HariSumpah Pemuda identik dengan ikrar para pemuda Indonesia atas tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan Bahasa Indonesia. Orangutan Suro Harus Menjalani Operasi, Ini Penyebabnya Jumat, 29 Juli 2022 | 10:24 WIB Siap-siap Bahagia, 5 Zodiak Ini Bakal Bener-bener Bahagia Meraih Rezeki di Akhir Juli 2022. 9. Jakarta- Ardhi Sulistyo, pemuda asal Jember, siap jadi yang terbaik di kompetisi World Technician Grand Prix (WTGP) 2018. ITGP sendiri merupakan ajang seleksi bagi para teknisi Yamaha terbaik di Indonesia untuk berkompetisi di Jepang yang tahun ini diadakan pada 17 Oktober 2018. Hal itu harus dijadikan motivasi untuk membuktikan MenteriKomunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengajak para pemuda untuk siap menyongsong sesuatu hal yang baru dengan penguasaan teknologi digital. "Wahai generasi muda! Generasi Fast Money. - Presiden Joko Widodo mengakui tidak seluruh pemuda Indonesia bisa menikmati pendidikan tinggi. Oleh karena itu, mantan Wali Kota Solo itu ingin agar pemuda yang lebih paham bisa mendorong pemuda yang tidak beruntung untuk memahami dunia masa kini. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan sambutan hari peringatan Sumpah Pemuda ke-93 sebagaimana ditayangkan Sekretariat Presiden, Kamis 28/10/2021. “Saya memahami bahwa tidak semua pemuda Indonesia mempunyai kesempatan untuk menikmati pendidikan tinggi. Memahami dunia yang penuh disrupsi, memahami dunia yang menuju ke mana, memahami perkembangan iptek terbaru,” kata Jokowi. Namun demikian, kata dia, harus ada pemuda Indonesia yang lain, yang memberitahu kepada yang belum tahu, yang meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepada yang kurang, yang meningkatkan kesejahteraan kepada yang miskin, yang membuat semua anak Indonesia mempunyai kontribusi yang lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa. “Itulah esensi kepemimpinan,” kata Jokowi. Jokowi menilai kepemimpinan harus bisa membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan yang bisa menjadi lebih baik. Pemimpin bukan dilihat dari posisi atau jabatan, tetapi bagaimana pengaruh, menjadi inspirasi hingga membuat visi menjadi kenyataan. Jokowi mengingatkan, Indonesia dibangun bukan karena keseragaman, tetapi keberagaman dari suku, bahasa, warna kulit, hingga agama. Kini, Indonesia harus tetap bersatu dalam menghadapi disrupsi dunia yang mulai berubah dari zaman analog menjadi digital dan pemuda memiliki peran penting di tengah disrupsi tersebut. "Anda para pemuda adalah lahir tumbuh dan dewasa di era digital. Kita para generasi pendahulu adalah warga pendatang. Migran digital. Kini di era digital pemuda kembali mempunyai peran sentral,” kata Jokowi. Jokowi menilai pemuda adalah kekuatan terbesar Indonesia. Para pemuda harus berani mengambil risiko dan merebut peluang. Pemuda harus inovatif dan membawa perubahan di tengah era digital. Pemuda pun tidak boleh dibatasi umur dalam berkembang. “Usia bukan batasan, bukan pula jaminan. Kita semua harus tetap muda. Yang muda harus terus bekali diri dengan yang terkini, yang terbaru. Generasi sebelumnya harus terus meremajakan diri mengadopsi cara-cara baru dalam berfikir dan bekerja," tegas Jokowi. Jokowi mencontohkan bagaimana pemuda Indonesia bisa membawa perubahan dan menjadi pemain global lewat pertumbuhan startup di Indonesia. Selain itu, tidak sedikit seniman muda maupun atlet muda Indonesia mengharumkan nama bangsa. Oleh karena itu, para pemuda Indonesia harus bisa membawa perubahan dan memenangkan kompetisi global. "Dalam dunia yang penuh disrupsi waktunya kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi. Pemimpin yang menguasai teknologi, bukan dikuasai teknologi. Pemimpin yang berani mengambil inisiatif, tetapi tetap harus humanis. Pemimpin yang mau terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja dan yang terlebih penting pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” tegas juga Kapolres Nunukan Pukul Anggota Fenomena Gunung Es Kekerasan Polisi Kasus Diklat Menwa UNS & Bahaya Pendidikan Militeristik di Kampus Motif di Balik Barang Sitaan KPK Bisa Dilelang Meski Belum Inkrah - Sosial Budaya Reporter Andrian Pratama TaherPenulis Andrian Pratama TaherEditor Abdul Aziz PEMILIHAN umum Pemilu 2024 akan menjadi panggungnya para pemuda dalam menentukan pemimpin Indonesia masa depan. Hal ini karena mereka yang masuk generasi Z akan bertindak sebagai pemilih mayoritas. Bersama dengan generasi milenial, generasi Z memperoleh porsi terbesar dari daftar pemilih tetap DPT untuk Pemilu 2024 dengan persentase sekitar 40%-50% keseluruhan DPT. Adanya bonus demografi di satu sisi membuat suara pemuda jelas dianggap sangat menentukan dalam Pemilu 2024. Momentum ini juga seyogianya mendorong para pemuda untuk berkiprah melalui peran aktifnya di lapangan. Pemuda perlu ambil bagian dalam perannya untuk menciptakan dan mensukseskan hajat demokrasi yang sehat alih-alih berpangku tangan karena merasa suara pemuda sebagai suara mayoritas. Ambil peran Peran para pemuda dalam gelaran pemilu dapat diaktualisasikan setidaknya ke dalam tiga posisi. Pertama, dengan melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat desa. Manfaat yang dapat diperoleh dari peran sebagai penyelenggara pemilu adalah pengetahuan empiris dan teknis seputar penyelenggaraan pemilu. Para pemuda akan mengetahui bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi di lapangan sebagai penyelenggara pemilu. Dengan melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu mereka juga akan menyadari bahwa bekerja sebagai penyelenggara tidak semudah yang terlihat. Lagi pula mereka sudah seharusnya merasa malu bila di lapangan masih ditemukan para penyelenggara pemilu yang didominasi oleh generasi berusia di atas 40an. Bagaimanapun pemilu yang berlangsung serentak ini menuntut kecepatan dan efisiensi kerja yang memerlukan fisik prima yang dimiliki para pemuda. Melalui perannya sebagai penyelenggara Pemilu, para pemuda berarti siap untuk menjadi bagian integral dari proses demokrasi. Kedua, yang dapat dimanfaatkan oleh pemuda ialah berperan sebagai tim pemenangan salah satu calon presiden atau calon legislator. Tujuannya agar mereka memperoleh pengalaman tentang dinamika politik dan kepemiluan. Pengalaman yang diperoleh di lapangan sebagai tim pemenangan nantinya akan berguna untuk proses pendewasaan berdemokrasi. Dengan begitu segala bentuk perbedaan opini yang disebabkan oleh adanya perbedaan dukungan yang ditemukan di lapangan menjadi suatu hal yang biasa. Ketiga, melalui peran edukatif terhadap masyarakat. Peran itu bisa diwujudkan oleh para pemuda dengan mendirikan semacam lembaga demokrasi independen atau pemantau Pemilu. Pendirian lembaga tersebut dimaksudkan agar ada di antara para pemuda yang berposisi sebagai pihak yang berada di luar lingkaran dukung-mendukung antarcalon. Dengan begitu, terdapat para pemuda yang bisa mengambil jarak untuk melihat dinamika dan realitas politik secara jernih. Mereka juga akan melihat dinamika yang terjadi selama pemilu dari berbagai sudut pandang. Semua peran tersebut diharapkan dapat membentuk sisi idealisme sebagai ekspresi yang identik dan melekat dalam jiwa generasi muda, di tengah tantangan dan dinamika di tahun politik. Terlebih fakta sebagai pemilih mayoritas yang disemat oleh kelompok milenial dan generasi Z juga membuat kedua kalangan ini akan dilirik banyak partai. Godaan tentu akan datang dari berbagai sudut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita mungkin akan melihat banyak deklarasi dukungan yang mengatasnamakan pemuda di berbagai daerah. Tinggal bagaimana para pemilih di kedua segmen usia yang rata-rata dihuni para pemuda ini memanfaatkan momentum penting dalam menentukan arah bangsa ke depan secara objektif. Tantangan Tantangan terbesar dalam pemilu yang akan dihadapi pemilih dari generasi muda saat ini; sejauh mana mereka mampu mempertahankan independensi pikiran di tengah serbuan opini dan propaganda di tahun politik. Yang paling dikhawatirkan ialah bila di antara para pemuda kita terbawa dan teracuni oleh sentimen-sentimen politik yang diproduksi elite. Termasuk di dalamnya pihak yang dengan sengaja mempersempit sudut pandang dan objektifitas yang dapat mempengaruhi para pemilih pemula. Bagaimana pun, para pemuda khususnya yang berstatus pemilih pemula belum memiliki pijakan yang kokoh. Mereka bukanlah generasi tua yang kaya pengalaman dan biasanya teguh pada pendirian. Bisa dikatakan bahwa generasi muda khususnya para pemilih pemula menjadi pihak yang rawan untuk dipengaruhi dan dipropaganda lewat berbagai saluran media. Pemuda yang masih minim jam terbang dalam dunia kepemiluan harus segera menyadari; mereka akan dihadapkan pada serbuan berita. Terlebih di tahun politik nanti yang hampir pasti isinya sarat dengan subjektifitas. Itu merupakan tantangan aktual yang menuntut para pemuda untuk mengadaptasikan diri dengan baik di tengah dinamika dan suhu politik yang semakin meningkat. Pada akhirnya kita semua hanya berharap bahwa besarnya hak suara yang dimiliki oleh generasi muda pada Pemilu 2024, semoga berbanding lurus dengan besarnya kesadaran serta tanggung jawab mereka dalam menentukan nasib bangsa ke depan. Rakyat Merdeka - Sudah saatnya para pemuda menyiapkan diri semaksimal mungkin dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah percaturan global yang sudah tak bisa dicegah. Demikian intisari dalam webinar Perpustakaan Nasional Perpusnas bersama Sonora, dengan bertema, "Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 Peran Pemuda dalam Meningkatkan Literasi di Indonesia", Selasa 10/11. Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyatakan, kalangan milenial akan menghadapi percaturan global. Saat ini, setiap individu persaingannya adalah dunia, bukan lagi nasional. Untuk itu, para milenial harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan kemampuan terkini dengan perkembangan teknologi digital. Agar masa depan mereka dan bangsa tidak tertinggal di mata internasional. Baca juga DJ Dipha Barus TikTok Jadi Ajang Pencarian Bakat Baru“Namun, kita jangan salah kaprah. Perpustakaan digital dengan konsep karya cetak dan rekam masih diperlukan, termasuk di seluruh dunia. Maka, karya itu jangan dipertentangkan. Bila kita berjam-jam berselancar di media sosial, tanpa harapan yang jelas dan mengharapkan sesuatu pendirian dari internet, sama dengan berselancar di gelombang dengan pengetahuan yang sangat dangkal dengan penuh ketidakpastian,” ungkap Syarif. Sedangkan membaca buku, lanjut Syarif Bando, sama dengan menyelam di laut dalam dengan seluruh pengetahuan yang sangat detail, komprehensif yang memastikan bisa mengambil sikap untuk masa depan. Lankah ini menjadi modal generasi milenial menghadapi percaturan global. Makanya, penting untuk meningkatkan literasi. Baca juga Sambungan Jargas Baru Siap Beroperasi di Penajam Paser UtaraSyarif Bando lalu mengutip pernyataan UNESCO, yang menyatakan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengenal huruf, kata, kalimat, hubungan sebab-akibat, dan mengeluarkan pendapat. Namun, lebih luas dari itu. Literasi di era kini mempunyai empat unsur. Pertama, seseorang perlu memiliki kemampuan terhadap aksesilibitas sumber informasi yang terpercaya. Kedua, memahami yang tersurat dan tersirat, makanya mustahil memahami sesuatu tanpa membaca. Ketiga, kemampuan membuat ide baru, gagasan, inovasi dan gagasan baru. Keempat, percaturan global akhirnya menciptakan persaingan bangsa. “Maka, penting bagi kita untuk meningkatkan indeks literasi generasi muda sebagai generasi bangsa Indonesia saat ini. Inilah yang menjadi filosofi dasar Presiden RI mengangkat tema sentral Peningkatan Kualitas SDM menjelang memasuki bonus demografi 25 tahun ke depan,” jelasnya. Baca juga Tanpa Regulasi, KIPP Sebut Rawan GugatanPemanfaatan teknologi bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan kreativitas dan pengembangan literasi yang punya pengaruh penting bagi kekeberhasilan generasi muda. Kemampuan literasi yang baik akan membantu memahami informasi dan ilmu pengetahuan baik lisan maupun tertulis. Penguasaan literasi berguna dalam mendukung memilah informasi atau pengetahuan yang dibutuhkannya. “Perlu diingat, literasi bukan bersifat temporer, tetapi dinamis. Agar pemuda terus berkarya dan siap membangun bangsa melalui keterampilan yang tercipta melalui penguasaan literasi. Maka, generasi muda harus siap menjadi tonggak pembangunan guna mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara lain di percaturan global,” kata Syarif Bando. Selanjutnya Update berita dan artikel menarik lainnya di Google News Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

para pemuda indonesia harus siap